
Koteka, Pakaian Tradisional Dari Daratan Papua
Koteka
terbuat dari tumbuhan yang buahnya mirip seperti mentimun dengan bentuk yang
agak panjang. lebih tepatnya koteka terbuat dari kulit buah labu-labuan yang
berbentuk panjang dan berkulit keras, dan mempunyai nama latin Lagenaria
Sicecaria. Orang Mee menyebutnya bobbe. Bobbe biasanya di tanam di kebun
atau di halaman rumah.
Ukuran
koteka biasanya berkaitan dengan aktivitas pengguna yang akan bekerja atau
melakukan upacara adat. Suku-suku di Papua bisa dikenali dengan cara mereka
menggunakan koteka. Banyak suku-suku di sana yang dapat dikenali dari cara
mereka menggunakan koteka. Suku Yali misalnya, menyukai bentuk labu yang
panjang. Sedangkan orang Tiom biasanya memakai dua labu. Biasanya koteka yang
pendek digunakan saat bekerja, sedangkan koteka dengan ukuran yang lebih
panjang biasa digunakan sebagai hiasan-hiasan digunakan dalam upacara
adat.

(Hikari/ensiklopediaindonesia.com) (Foto: realifactpost.com; iveecharismanta.blogspot.com)
Seiring
waktu, koteka semakin kurang populer dipakai sehari-hari. Koteka dilarang
dikenakan di kendaraan umum dan sekolah-sekolah. Kalaupun ada, koteka hanya
untuk diperjualbelikan sebagai cenderamata. Di beberapa kawasan
pegunungan, seperti Wamena, koteka masih dipakai. Untuk berfoto dengan
pemakainya, wisatawan harus merogoh kantong beberapa puluh ribu rupiah.
Penulis Mahasiswa Papua (Ayob
Tabuni) Kuliah di Malang (Jawa Timur)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar